| Sumber: Magnific @tirachardz |
Live shopping dapat menghasilkan banyak pesanan dalam waktu singkat. Tapi setelah sesi berakhir, tantangan seller bukan hanya mencatat penjualan, tetapi juga memastikan seluruh pesanan segera diproses dan dikirim. Sebab biasanya pembeli ingin segera mendapatkan nomor resi dan status pengiriman.
Karena itu, pengelolaan pesanan yang rapi merupakan kunci agar proses pengiriman berjalan lancar dan kepuasan pelanggan terjaga.
Tantangan Mengelola Pengiriman setelah Live Shopping
| Sumber: Magnific @tirachardz |
Setelah sesi live shopping selesai, seller sering menghadapi lonjakan pesanan yang masuk secara bersamaan. Kondisi ini pun membuat proses packing dan pengiriman semakin menantang.
Beberapa tantangannya adalah:
Pesanan yang membludak dapat menyebabkan penumpukan pekerjaan, sehingga risiko salah input data, stok tidak sinkron, atau resi tertukar semakin tinggi.
2. Pembeli Menginginkan Nomor Resi Secepat MungkinSetelah checkout, pembeli biasanya berharap segera mendapat resi. Karena itu, keterlambatan mencetak label dan menginput resi karena pesanan membludak sering memicu pertanyaan dan protes dari pembeli.
3. Seller Harus Memilah Paket Berdasarkan Prioritas PengirimanAgar pembeli menerima paket sesuai tipe pengiriman yang mereka pilih, seller harus memisahkan pesanan berdasarkan kategori, seperti COD, reguler, dan prioritas. Jika tidak begitu, maka pembeli bisa protes karena estimasi paket sampai dan metode pembayarannya tidak sesuai.
Cara Mengatur Pesanan setelah Live agar Pengiriman Lebih Terorganisir
| Sumber: Google Drive |
Agar proses pengiriman berjalan lebih lancar setelah live shopping, Anda dapat mengikuti beberapa strategi ini:
1. Sinkronkan Seluruh Pesanan ke Satu DashboardSetelah live selesai, segera pastikan seluruh pesanan dari berbagai channel penjualan tercatat dalam satu sistem terpusat agar stok dan data transaksi tetap akurat.
2. Kelompokkan Pesanan Berdasarkan KategoriPisahkan pesanan berdasarkan metode pengiriman, jenis ekspedisi, status pembayaran, atau tipe layanan seperti COD dan reguler. Cara ini akan mempermudah dan mempercepat proses picking dan packing.
3. Prioritaskan Pesanan Berdasarkan Batas Waktu PengirimanUrutkan order yang memiliki deadline pengemasan paling dekat agar tidak melewati SLA marketplace dan terhindar dari pembatalan otomatis.
4. Pisahkan Tugas Tim Berdasarkan Alur KerjaBuatlah pembagian tugas yang jelas agar proses kerja selama volume pesanan meningkat tidak terganggu. Misalnya, tim admin hanya fokus pada verifikasi pesanan dan pembayaran, sedangkan tim gudang menangani pengambilan barang, pengemasan, serta pelabelan.
5. Lakukan Pengecekan Akhir sebelum PengirimanPastikan produk, alamat tujuan, dan label pengiriman sudah sesuai sebelum paket diserahkan kepada kurir. Meskipun sepele, cara ini dapat membantu mengurangi risiko salah kirim dan komplain pelanggan.
Sementara itu, setelah live shopping, seller akan menangani berbagai jenis pesanan sekaligus, termasuk COD dan non-COD.
Bagi seller yang melayani transaksi COD, sebaiknya menggunakan layanan kirim paket COD dari Lion Parcel. Sebab layanan dari jasa pengiriman paket cepat ini menyediakan dua opsi COD, yaitu COD Ongkir dan COD Ongkir & Barang. Jadi, pilihan untuk pembeli lebih banyak.
Selain itu, pembeli juga dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS sehingga proses transaksi lebih praktis, tanpa perlu khawatir penerima paket tidak menyediakan uang tunai.
Dengan penanganan dari tim profesional, proses COD pun pasti lebih mudah, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan ada komplain dari pembeli. Karena itu, jika ingin reputasi toko terjaga, pertimbangkanlah COD Lion Parcel sebagai layanan andalan toko Anda.