Jika mencari nama Muhamadqli di internet, kamu mungkin menemukan nama tersebut pada artikel, blog, karya fotografi, maupun berbagai platform digital dengan tema yang berbeda-beda. Di balik nama Muhamadqli terdapat Muhamad Ali, S.Tr.A.P., seorang lulusan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan yang membangun identitas digitalnya melalui tulisan, pekerjaan, pengalaman organisasi, fotografi, pembuatan konten, dan pengembangan sejumlah website.
Jejak digital Muhamadqli sebenarnya tidak dibangun dalam waktu singkat. Beberapa tulisan atas nama Muhamad Ali sudah dapat ditemukan sejak 2018, salah satunya melalui My Sekertaris. Profil penulis pada situs tersebut memperkenalkan Muhamad Ali, S.Tr.A.P. sebagai content creator, fotografer, blogger, investor, dan trader yang juga dikenal dengan nama Muhamadqli. Identitas Muhamadqli kemudian berkembang menjadi sebuah nama yang digunakan untuk menyatukan berbagai minat tersebut dalam satu perjalanan personal.
Siapa Muhamadqli dan Mengapa Menggunakan Nama Tersebut?
Muhamadqli merupakan nama digital yang saya gunakan untuk mewakili diri saya, Muhamad Ali, S.Tr.A.P. Nama tersebut bukan sekadar nama akun media sosial. Seiring waktu, Muhamadqli berkembang menjadi identitas yang saya gunakan untuk menerbitkan tulisan, menyimpan karya, membangun portofolio, serta mengembangkan berbagai proyek digital yang sesuai dengan minat saya.
Jejak penggunaan identitas tersebut juga dapat ditemukan di luar website pribadi. Profil Pixabay Muhamadqli, misalnya, memperkenalkan nama Muhamad Ali, S.Tr.A.P. dan memuat portofolio visual yang telah memperoleh ribuan penayangan dan unduhan. Bagi saya, keberadaan identitas digital yang konsisten mempunyai manfaat sederhana: ketika seseorang menemukan tulisan atau karya dari berbagai tempat, terdapat satu nama yang dapat menghubungkan semuanya. Muhamadqli akhirnya menjadi semacam rumah bagi berbagai sisi diri saya yang mungkin terlihat tidak selalu berhubungan, mulai dari administrasi pemerintahan sampai fotografi dan dunia digital.
Pendidikan Administrasi Pemerintahan Menjadi Salah Satu Fondasi Perjalanan Saya
Saya merupakan lulusan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan (S.Tr.A.P.) Universitas Padjadjaran. Saya menjalani pendidikan pada periode 2020–2024 dan menyelesaikan studi pada Juni 2024 sebelum mengikuti wisuda pada Agustus 2024. Selama pendidikan, saya mempelajari berbagai bidang seperti ilmu pemerintahan, politik, pelayanan publik, administrasi keuangan, kepegawaian, perencanaan pembangunan, legal drafting, pemberdayaan masyarakat, e-government, pengadaan barang dan jasa, komunikasi pemerintahan, hingga pelaporan kinerja.
Pendidikan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap cara saya melihat pekerjaan dan menulis. Saya menjadi terbiasa mempertanyakan dasar sebuah kebijakan, hubungan antara aturan dan pelaksanaan, bagaimana organisasi bekerja, serta mengapa administrasi yang terlihat sederhana dapat menentukan keberhasilan sebuah program. Gelar S.Tr.A.P. bagi saya bukan hanya tambahan setelah nama. Ia menjadi pengingat mengenai pendidikan terapan yang saya jalani sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan setelah meninggalkan kampus.
Perjalanan Saya Tidak Dimulai dengan Jalan yang Sepenuhnya Mulus
Sebelum menjadi mahasiswa, saya pernah mengalami masa gap year selama satu tahun karena belum berhasil masuk ke tempat yang saya harapkan. Pada masa tersebut, saya sempat bekerja sebagai asisten mekanik di sebuah bengkel motor di Majalengka. Pengalaman itu mungkin terlihat jauh dari dunia Administrasi Pemerintahan, tetapi justru menjadi bagian penting dari perjalanan saya.
Bekerja di bengkel memperkenalkan saya pada dunia kerja secara sederhana: datang, membantu pekerjaan, memperhatikan orang yang lebih berpengalaman, memahami masalah, menggunakan alat yang tepat, dan menyelesaikan pekerjaan. Kemudian saya masuk perguruan tinggi dan akhirnya menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,99. Perjalanan dari gap year, bengkel, kampus, hingga memasuki dunia kerja membuat saya memahami bahwa kegagalan pada satu fase tidak harus menjadi kesimpulan dari keseluruhan perjalanan hidup. Ada kalanya kita hanya membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan jalan berikutnya.
Organisasi Kampus Membentuk Cara Saya Memahami Kepemimpinan
Masa kuliah saya tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik. Saya aktif dalam sejumlah organisasi dan pernah menjadi Ketua KPU PUMA FISIP Universitas Padjadjaran periode 2022–2023, Ketua Badan Perwakilan Angkatan Administrasi Pemerintahan FISIP Unpad 2022–2023, serta Sekretaris Utama Young Investor Universitas Padjadjaran 2022–2023 setelah sebelumnya menjadi Asisten Sekretaris pada periode 2021–2022.
Saya juga pernah menjadi Senator BPM KEMA Universitas Padjadjaran 2022–2023, Staf Administrasi BPM KEMA Unpad 2021–2022, dan Kepala Divisi Kurikulum Sekolah Legislatif Montesquieu 2021. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa organisasi bukan sekadar struktur dan jabatan. Di dalamnya terdapat manusia dengan pendapat, kepentingan, kemampuan, dan cara bekerja yang berbeda. Memimpin mengajarkan tanggung jawab, menjadi sekretaris mengajarkan ketertiban, sedangkan berada dalam lembaga perwakilan mengajarkan arti representasi, komunikasi, musyawarah, dan pengambilan keputusan.
Dari Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan Menuju Dunia ASN
Perjalanan akademik tersebut kemudian membawa saya memasuki lingkungan pemerintahan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Bekerja di pemerintahan memberikan pengalaman yang berbeda dari apa yang dipelajari di kelas. Teori mengenai administrasi, organisasi, regulasi, pelayanan, komunikasi, dan tata kelola bertemu dengan pekerjaan yang nyata: menyusun dokumen, memeriksa data, membaca aturan, menyiapkan bahan, berkoordinasi, mengikuti rapat, membuat laporan, dan melakukan tindak lanjut.
Di sinilah saya semakin memahami bahwa pendidikan tidak berhenti ketika ijazah diterima. Sebagai ASN, saya masih terus belajar mengenai ketelitian, disiplin, etika, komunikasi dengan pimpinan dan rekan kerja, penggunaan teknologi, serta pentingnya memahami batas kewenangan. Pekerjaan pemerintahan juga membuat saya semakin tertarik menulis tentang administrasi publik, birokrasi, organisasi, pelayanan, pemerintahan, dan berbagai persoalan sosial yang berada di sekitarnya.
Muhamadqli.com Saya Bangun sebagai Website Pribadi dan Portofolio
Dari berbagai proyek digital yang saya kembangkan, Muhamadqli.com saya tempatkan sebagai website pribadi utama. Website tersebut saya arahkan menjadi tempat untuk mengenal siapa Muhamadqli, melihat perjalanan dan portofolio, sekaligus membaca berbagai pemikiran yang saya tulis. Bagi saya, mempunyai website pribadi memberikan kebebasan yang berbeda dibandingkan hanya mengandalkan media sosial.
Media sosial bergerak sangat cepat. Sebuah unggahan hari ini dapat tenggelam beberapa hari kemudian. Website memungkinkan sebuah tulisan tetap dapat ditemukan melalui mesin pencari bertahun-tahun setelah diterbitkan. Karena itu, Muhamadqli.com saya bayangkan sebagai arsip perjalanan jangka panjang. Saya dapat menyimpan tulisan mengenai pengalaman menjadi ASN, administrasi pemerintahan, teknologi, opini, perjalanan belajar, maupun topik lain yang sedang menarik perhatian saya. Website tersebut bukan hanya tentang menunjukkan pencapaian, tetapi juga merekam bagaimana cara berpikir saya berkembang dari waktu ke waktu.
Menulis di Internet Sudah Saya Lakukan Sejak Sebelum Nama Muhamadqli Dibangun Serius
Ketertarikan terhadap website dan tulisan sebenarnya sudah muncul sejak lama. Salah satu jejak yang masih dapat ditemukan adalah artikel di My Sekertaris yang dipublikasikan atas nama Muhamad Ali sejak 2018. Situs tersebut kemudian berkembang memuat artikel mengenai administrasi, sekretaris, pekerjaan, organisasi, contoh dokumen, dan berbagai pembahasan lainnya.
Perjalanan tersebut menarik jika dilihat kembali karena tulisan-tulisan awal tentu berbeda dengan apa yang saya tulis sekarang. Kemampuan menulis, menentukan judul, menyusun struktur artikel, memilih topik, hingga memahami pembaca berkembang melalui proses yang panjang. Bagi saya, blogging mengajarkan sesuatu yang sederhana: kemampuan menulis tidak muncul hanya dengan membaca teori mengenai menulis. Kamu harus benar-benar menulis, menerbitkannya, melihat kekurangannya, lalu mencoba kembali.
Saya Mengembangkan Banyak Website dengan Tema yang Berbeda
Selain Muhamadqli.com, saya juga mengembangkan berbagai domain sebagai ruang untuk mengeksplorasi tema yang berbeda. Ada Qlee.xyz, Wirausaha.biz.id, KuliahMandiri.my.id, ResensiFilm.my.id, JagoMakan.my.id, BudayaBacaOnline.my.id, dan Technoz.biz.id. Keberadaan Wirausaha.biz.id dan Technoz.biz.id, misalnya, juga dapat ditemukan melalui artikel yang dipublikasikan atas nama Muhamad Ali.
Ada pula MySekretaris.my.id, AnimeBlog.biz.id, HelloSehat.xyz, PohonSejarah.my.id, FutureMeSocial.xyz, Kripto.biz.id, Esperanto.my.id, dan UpdateBola.my.id. Saya tidak melihat seluruh website tersebut sebagai sesuatu yang harus mempunyai karakter sama. Justru setiap domain memberikan ruang untuk mengembangkan topik tertentu, mulai dari pendidikan, film, kuliner, teknologi, sejarah, bahasa, kripto, anime, kesehatan, hingga sepak bola.
Resensi Film, Teknologi, Wirausaha, dan Minat Lain Menjadi Bagian dari Eksplorasi
Keberagaman tema tersebut memang cukup jauh dari Administrasi Pemerintahan. Namun bagi saya, justru di situlah menariknya mempunyai ruang digital sendiri. Saya dapat bekerja dan belajar dalam bidang pemerintahan sambil tetap mempertahankan ketertarikan terhadap film, teknologi, bisnis, sejarah, investasi, fotografi, olahraga, dan berbagai topik lainnya.
Jejaknya dapat dilihat pada ResensiFilm.my.id yang memuat tulisan atas nama Muhamad Ali mengenai berbagai film. Sementara Wirausaha.biz.id memuat tulisan mengenai bisnis, pemasaran, teknologi, otomotif, dan topik terkait lainnya. Bagi saya, menulis tentang berbagai bidang juga merupakan latihan untuk belajar. Ketika ingin menjelaskan suatu topik kepada pembaca, saya terlebih dahulu harus mencoba memahami topik tersebut dengan lebih baik.
Muhamadqli Bukan Hanya tentang Karier, tetapi Jejak Belajar yang Terus Bertambah
Saya tidak ingin membangun Muhamadqli sebagai gambaran seseorang yang seolah-olah sudah mengetahui semuanya. Justru sebagian besar tulisan lahir karena saya masih belajar. Ada topik yang saya temukan dari pekerjaan, buku, film, berita, teknologi baru, pengalaman organisasi, atau sekadar rasa penasaran. Kemudian saya mencoba membaca, memahami, dan menuliskannya kembali.
Karena itu, perjalanan Muhamadqli dapat berubah seiring waktu. Topik yang saya tulis lima tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang, dan apa yang saya tulis lima tahun mendatang kemungkinan juga akan berubah. Menurut saya hal tersebut wajar. Personal branding yang sehat bukan berarti seseorang harus membangun karakter yang tidak pernah berubah. Justru rekam jejak digital dapat menunjukkan bagaimana seseorang tumbuh, menemukan minat baru, memperbaiki pandangan lama, dan mengembangkan kemampuan yang sebelumnya belum dimiliki.
Mengapa Saya Tetap Menulis meskipun Sudah Bekerja sebagai ASN?
Bekerja dan menulis mempunyai fungsi yang berbeda bagi saya. Pekerjaan memberikan pengalaman praktis, tanggung jawab, dan kesempatan memahami bagaimana sebuah organisasi berjalan. Menulis memberikan ruang untuk menyusun kembali apa yang dipikirkan. Ketika sebuah gagasan hanya berada di kepala, kita dapat merasa sudah memahaminya. Namun ketika mencoba menjelaskannya melalui tulisan, kekurangan argumentasi biasanya mulai terlihat.
Menulis juga menjadi cara menyimpan pengetahuan. Sebuah pengalaman mungkin terlupakan, tetapi tulisan dapat dibaca kembali beberapa tahun kemudian. Karena itulah saya ingin Muhamadqli.com terus berkembang menjadi kombinasi antara website pribadi, portofolio, arsip pemikiran, dan ruang berbagi pengetahuan. Tidak semua tulisan harus menjadi karya akademik. Ada tempat untuk tulisan profesional, pengalaman pribadi, opini, pengetahuan praktis, resensi, hingga pembahasan ringan yang tetap mempunyai nilai bagi pembaca.
Muhamadqli.com Menjadi Pintu Utama untuk Mengenal Perjalanan Saya
Pada akhirnya, pertanyaan “Siapa Muhamadqli?” tidak dapat dijawab hanya dengan satu jabatan atau satu gelar. Muhamadqli adalah identitas digital dari Muhamad Ali, S.Tr.A.P., seorang lulusan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan, ASN, penulis, blogger, pembuat konten, dan seseorang yang terus mengeksplorasi berbagai bidang melalui proyek digital.
Ada perjalanan dari masa gap year dan bekerja sebagai asisten mekanik, kemudian menjadi mahasiswa Administrasi Pemerintahan, aktif dalam berbagai organisasi kampus, menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,99, memasuki dunia ASN, hingga terus mengembangkan website dan karya digital. Setiap fase mempunyai pelajaran yang berbeda dan semuanya ikut membentuk apa yang sekarang saya sebut sebagai Muhamadqli.
Jika kamu ingin mengenal perjalanan tersebut lebih jauh, membaca pemikiran terbaru, melihat portofolio, atau mengikuti perkembangan karya yang sedang saya bangun, kunjungi Muhamadqli.com. Website tersebut saya bangun sebagai rumah utama untuk menghubungkan perjalanan profesional, pengalaman belajar, karya, dan berbagai pemikiran yang ingin saya bagikan.
Sementara berbagai website lainnya menjadi cabang dari rasa ingin tahu yang sama. Ada ruang untuk membicarakan pemerintahan, bisnis, pendidikan, film, makanan, teknologi, sejarah, kesehatan, bahasa, investasi, anime, hingga sepak bola. Mungkin terlihat sangat beragam, tetapi semuanya berangkat dari satu kebiasaan yang sama: rasa ingin tahu, keinginan untuk terus belajar, dan keberanian untuk meninggalkan jejak dari apa yang sudah dipelajari.
Bagi saya, itulah Muhamadqli. Bukan sebuah identitas yang sudah selesai dibentuk, melainkan perjalanan yang masih terus ditulis.
